1. Komik memiliki alur yang berbeda
dibanding bacaan lainnya; komik memiliki alur yang ‘dihidupkan’ oleh
para tokoh dalam komik sehingga alur berjalan mengikuti aktivitas tokoh
dalam komik tersebut, sedangkan bacaan lainnya seperti novel, dongeng,
atau yang lainnya lebih cenderung berjal;an sesuai alur yang ditentukan
sehingga terkesan sang tokoh tak bebas dan harus mengikuti sebuah alur
cerita yang dijalankan oleh penulis secara tertib dan mudah ditebak
karena alur satu dengan yang lainnya biasanya saling berhubungan erat
dan tak dapat diubah susunan alurnya selain yang telah dibuat
sebelumnya.
2. Komik pada dasarnya memiliki gambar
atau visualisasi para karakter tokoh-tokohnya yang menegaskan bagaimana
karakter tokoh dalam komik tersebut saat menghadapi masalah yang
menimpanya. Komik amat berbeda dengan cerita bergambar lainnya meskipun
terlihat hampir sama.Komik memiliki gambar yang full di bukunya dan tak
tersisa spsi untuk menulis alur sebuah cerita seperti halnya
cerita-cerita bergambar lainnya, di komik tulisan hanya berupa dialog
box yang diselipkan diantara tokoh-tokohnya yang menandakan sedang
terjadi percakapan antar tokoh atau coretan kecil sebagai penguat
suasana dalam komik. Baik buruknya komik biasanya lebih ditentukan dari
kualitas gambar dan cerita didalamnya sehingga untuk menciptakan sebuah
komik yang berkualitas antara visual dan alur harus seimbang dan hal itu
berbeda dengan cerita bergambar yang lebih condong pada pada cerita
dibandingkan sebuah visual semata.
3. Komik dapat dinikmati oleh siapapun.
Komik berdasarkan yang telah saya teliti dilapanga banyak yang
menggemarinya mulai anak kecil yang masih SD hingga orang dewasa pun
menyukainya. Hal ini jelas berbeda halnya dengan novel, roman dan
buku-buku yang lainnya yang biasnya lebih banyak diminati oleh para
remaja dan orang dewasa, namun tak semua remaja dan orang dewasa
menyukainya serta bacaan itu terkadang tak sesuai dengan minat anak-anak
dalam membaca membaca sebuah buku. Anak-anak cenderung lebih menyukai
sebuah visual gambar dibandingkan yang berbentuk tulisan karena pola
pikiran mereka yang masih sederhana.
4. Komik lebih mudah dipahami. Karena
komik menggunakan gambar, sehingga pembaca tak perlu repot-repot
berimajinasi untuk membayangkan seperti apa tokoh dalam komik, fisiknya,
perilakunya, karena telah tergambar secara gamblang dalam sebuah gambar
yang disebut anima. Berbeda dengan novel, seorang pembaca novel
haruslah memiliki nilai imajinasi yang tinggi karena gambaran dalam
novel hanya berbentuk tulisan sehingga perlu untuk mengimajinasikan
sebuah cerita dalam novel agar dapat dipahami dengan baik oleh pembaca
sebuah novel. (nun)
sumber : http://www.radarbanyumas.co.id/kelebihan-membaca-komik/
sumber : http://www.radarbanyumas.co.id/kelebihan-membaca-komik/

